Thursday, December 17, 2015

MAU Jadi Ahli Surga? Ini Kuncinya..


Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah Saw. Berkata dalam majelis, “Dipintu ini akan masuk seorang ahli surga.” Tak lama kemudian ada orang yang masuk melalui pintu yang telah diisyaratkan. Sahabat tersebut bernama Saad bin Abi Waqqash. Kejadian itu terulang hingga tiga kali. Sahabat lain yang bernama Abdullah bin Amr r.a. penasaran. Apa keistimewaan Saad? Lalu dia meminta izin menginap dirumah Saad. Dengan senang hati Saad memberinya izin.

Selama beberapa hari dirumah Saad, Abdullah bin Amr tidak melihat kelebihan ibadah Saad. Boleh dikatakan, biasa-biasa saja. Kata Abdullah, “Aku ingin mengetahui yang engkau lakukan hingga Rasulullah Saw. Pernah menyebut tiga kali bahwa ada seorang penghuni surga dalam majelisnya. Aku ingin mendapat kedudukan sepertimu. Namun, selama tiga hari ini aku tidak mendapatimu berbuat sesuatu yang istimewa, apa rahasianya?”
Semula Saad menjawabnya dengan wajar, “Tidak ada yang lebih baik dari yang kamu lihat.” Abdullah lalu berpamitan, tetapi langkahnya terhenti ketika Saad memanggilnya, “Sahabatku, aku tidak memiliki rasa dengki dan aku tidak pernah berbuat jahat dan berkata buruk kepada siapa pun.” Abdullah bin Amr pun paham itulah kunci mengapa Saad dirindukan surga.
Saat orang lain sukses, rasa iri bisa berkecamuk. Apalagi jika dia adalah musuh yang selama ini dibenci. Al-Quran menyebut iri dengan kalimat. Jika kamu semua mendapatkan kebaikan, hal itu tidak mengenakan hati mereka. Sedang jika kamu semua mendapat kejelekan, dengan sebab kejelekan itu mereka pun bergembira (QS Ali Imran [3]: 120).
Penyakit yang tidak mengenal batas gender ini bisa mengubah cinta menjadi benci, merusak kedamaian dan mengubahnya menjadi permusuhan. Diingatkan Rasulullah Saw. Dalam hadis, “Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu” (HR Abu Dawud).

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 107-108:

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, (*) Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya. (QS Al-Kahfi: 107-108).

Rasulallah SAW bersabda, sebagaimana disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dari hadits riwayat Abu Hurairah, (Allah berfirman, Aku telah mempersiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih surga yang (kenikmatannya) belum pernah ada mata yang telah melihat, dan tidak pernah ada telinga yang telah mendengar maupun telah terdetik di hati manusia).

Dengan kasih Allah dan rahmat-Nya kepada kita, Dia telah membentangkan gambaran surga yang nikmat itu, dengan menekankan keabadian dan kesempurnaan, tanpa kekurangan sedikitpun, tidak panas atau dingin, tidak lelah dan tidak sibuk dengan hiruk pikuk, tak ada kerugian, tidak ada yang dicurangi. Sekali teguk kenikmatan di surga melupakan semua penderitaan dalam hidup ini. Timbul pertanyaan, mengapa semua ini diceritakan wahai hamba-hamba Allah? Hal ini semata untuk mengajak orang-orang beriman ke surga dengan penuh semangat. Agar mereka bergegas menuju berbagai kebahagiaan, taman dan segala istananya. Sebab surga adalah tempat tinggal yang Allah ciptakan dengan tangan-Nya sendiri, dipersiapkan sebagai rumah untuk orang-orang yang dicintai-Nya agar mengisinya dengan rahmat, kemuliaan dan ridha-Nya. 

Dia menggambarkan kenikmatannya sebagai kemenangan besar, pemiliknya sebagai raja diraja, segala kebaikan dan kemurniannya dijaga dari setiap cacat dan kekurangan. Celakalah jiwa-jiwa yang tidak menginginkan hal itu, tidak ingin melihatnya, dan tidak berusaha untuk masuk ke dalamnya!



0 comments

Post a Comment